Selasa, 22 Januari 2019

Pengangguran Juga (Harus) Produktif!

Pengangguran Juga (Harus) Produktif!

Inget ya, judul artikel tidak selamanya merepresentasikan isi sebuah tulisan. Bisa menipu, bisa menyesatkan dan bisa saja hanya akal-akalan si penulis agar bisa nulis seperti ini di awal tulisannya karena sesungguhnya penulis sendiri bingung mau ngebahas apa. Namanya juga pengangguran.

Setau gue, pengangguran atau tuna karya ini adalah orang yang gak punya pekerjaan, atau sedang mencari pekerjaan, atau juga orang yang bekerja tidak lebih dari dua hari selama satu minggu. Cukup luas memang arti kata “pengangguran”, bahkan kalo kalian googling, bakal muncul tuh macem-macem pengangguran, jenis-jenis pengangguran.. Duh, pengangguran mah pengangguran aja lah.

Penyebab pengangguran ini banyak banget. Lagi-lagi, lo bisa googling deh apa yang menyebabkan ada yang namanya pengangguran. Tapi, gini, let’s say lo jadi pengangguran, supaya predikat itu hilang bagaimana? Nyari kerja, pasti. Kalo udah nyari kerja ke sana-sini tapi belom dapet juga? Takdir, iya juga sih. Intinya, kita gak boleh kehabisan akal agar waktu-waktu kita menjadi pengangguran ini terbuang percuma. Banyak hal yang bisa lo lakuin selama proses pencarian kerja ini. Percaya deh, gak usah bingung sambil garuk-garuk kepala. Apalagi kepala bawah. Jangan deh.

Gini, gue aja pengangguran bisa bikin tulisan seperti ini. Ya walaupun gak tau ya, ada faedahnya atau nggak. Tapi setidaknya ini bisa menjadi portofolio gue loh semisal gue mencari pekerjaan sebagai reporter, content writer ataupun copywriter. Kenapa nggak? Di sini kan gue menulis melalui sudut pandang gue sebagai Sarjana S1 lulusan Ilmu Komunikasi, tulisan gue dimuat di sebuah platform digital yang bisa diakses banyak orang untuk dibaca, ya jelas portofolio.

Gue gak menyudutkan teman-teman pengangguran lain yang merasa dirinya gak bisa ngapa-ngapain atau bingung mau ngapain, nggak, but come on, kalo kita diem aja sampe ada perusahaan yang manggil kita untuk kerja di sana, kita aja gak tau kapan perusahaan itu manggil kita. Ngehe gak? Makanya kita harus isi waktu luang kita untuk melakukan hal-hal bermanfaat buat kita. Lo suka edit foto? Belajar cara edit foto pake Photoshop. Lo suka desain? Belajar cara desain pake Illustrator, Animator atau apapun itu. Lo suka produksi video? Belajar cara edit video pake Premiere Pro, Final Cut Pro atau apapun itu lah. Tinggal googling atau youtube-ing, liat tutorialnya, luangin 15 menit, abis itu juga lo ngerti. Asik kan?

Dari hal-hal itu, selain makin mengasah soft-skill yang kita punya, secara gak sadar, ada rangsangan buat kita agar kita lebih produktif dari sebelumnya. Manusiawi kok ketika seseorang baru bisa melakukan suatu hal, pasti dia semacam ketagihan gitu melakukan sesuatu yang dia baru bisa. Mulai dari hal kecil aja, karena seiring waktu berjalan (atau selanjutnya disebut “proses”), kita bakal menemukan potensi-potensi diri kita yang mungkin aja gak pernah kita sadari sebelumnya. Intinya, jangan pernah berhenti untuk belajar.

Baca Juga : Liburan ala Hipster yang Nyentrik

Saat kita nanti akhirnya diterima sebuah perusahaan dan memulai sebuah pekerjaan, gue yakin kita akan merasakan hasil dari keisengan yang kita lakukan selama kita menjadi pengangguran. Entah nanti dapet kerjaan sampingan, lalu kita bikin karya sendiri karena soft-skill yang kita asah selama menjadi pengangguran, et cetera, who knows? Lagipula, di dunia kerja dengan persaingan ngehe seperti saat ini, udah bukan saatnya lagi kalo kita cuma berpangku tangan mengandalkan CV yang kita kirim email ke sebuah perusahaan. Ini cara yang konvensional banget. Di luar itu, selama masih ada peluang untuk menelurkan sebuah karya, entah itu berupa tulisan dari sebuah pemikiran, video, foto-foto dengan hasil editan ala Instagram, atau apapun itu, ya hajar aja terus. Pengangguran gak boleh diem aja lah.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner